Make your own free website on Tripod.com
Selamat Datang di Web Site MASIGAB, Majelis Silaturahmi Warga Brebes
Home | About Brebes | Fokus | Kabar Cah Brebes | Dari Brebes | Newsletter | Opini | Wisata | Profil | Foto seputar Brebes | Kuliner Brebes
Profil

tajudin.jpg

Mengenang HM Tadjuddin Nuraly, Bupati Reformasi

 

     Brebes, Bupati Kabupaten Brebes, H Moh Tadjudin Nuraly (51), Senin (19/11), sekitar pukul 04.30 meninggal dunia setelah mendapat perawatan di Rumah Sakit Advent Bandung. Almarhum Tadjudin meninggal akibat penyakit lever dan menjalani perawatan di rumah sakit sejak Sabtu (17/11) malam, setelah sebelumnya mengalami muntah darah.

    Upacara pemakaman didahului pelepasan jenazah di Pendopo Kabupaten Brebes, di samping rumah dinas, Senin, di Kota Brebes. Jenazah sempat dibawa ke Masjid Agung Brebes kemudian dimakamkan di pemakaman umum, di kampung halamannya di Kertabesuki, Kecamatan Wanasari. Almarhum dimakamkan di samping ayahnya, Nuraly.

    Hadir dalam pemakaman tersebut Gubernur Jateng, Mardiyanto, sejumlah bupati dan wali kota se-wilayah Pekalongan, Ketua DPRD Brebes Moh Syarei, Bupati Purbalingga Triyono B Sasongko, Ketua DPD Partai Golkar Moh Hasby, Ketua DPW Partai Amanat Nasional Jateng Munawar Sholeh, anggota DPR RI Bambang Raya Saputra, Ketua MUI Brebes KH Masrur dan sejumlah anggota DPRD Brebes.

    Jenazah Tadjudin Nuraly tiba di Brebes sekitar pukul 11.30, langsung disemayamkan di pendopo. Tadjudin Nuraly dilantik sebagai Bupati Brebes 10 April 1999, merupakan Bupati Brebes ke-27 periode 1999-2004, menggantikan Bupati sebelumnya Syamsudin Sagiman.

    Berdasarkan penuturan istri almarhum, Ny Sri Waryanti, Bupati mengeluh sakit setelah pulang dari meresmikan Pasar Bumiayu serta meninjau calon terminal di Bumiayu, sekitar 60 kilometer arah selatan Kota Brebes. HM Tadjudin sempat tiga minggu dirawat di rumah sakit yang sama akhir Desember 2000 lalu. Bupati pulang dari Bumiayu pukul 14.00 dalam kondisi lelah dan pucat. Mendadak almarhum muntah darah kemudian ditangani dokter setempat. "Saya sudah menduga lever bapak kambuh sehingga mengalami pendarahan," katanya.

Bupati reformasi

    Gubernur Jateng Mardiyanto dalam sambutannya mengemukakan, Bupati Tadjudin Nuraly merupakan bupati pertama di Jateng yang dilantik pada era reformasi. Dia satu-satunya bupati reformasi dari kalangan swasta, yang pada awal menjabat mengaku terus-terang belum mempunyai pengalaman di birokrasi. "Namun, dalam perjalanan memimpin Kabupaten Brebes, banyak prestasi telah diraih Bupati HM Tadjudin Nuraly selama kurang lebih tiga tahun ini," kata Gubernur Mardiyanto.  Prestasi itu diantaranya mampu menata pedagang kaki lima, pasar tradisional, kemudian membawa Kabupaten Brebes tiga kali Juara Nasional 1999, 2000, dan 2001 sebagai daerah yang paling cepat melunasi Pajak Bumi dan Bangunan serta juara nasional Intensifikasi Ayam Buras dan Tambak Desa tahun 2001.  "Sebagai bupati, almarhum mampu mengembangkan etos kerja dan komitmen tugas dengan pengabdian yang tinggi. Sebagai putra asli Brebes, komitmen untuk memajukan daerahnya sangat besar," kata Gubernur Jateng (sumber: Kompas 20 November 2001)

slide3.jpg

indra.jpg
Sumber foto http://brebes.go.id

Indra Kusuma (Bupati)

 

Indra Kusuma yang terlahir 3 Pebruari 1958 adalah anak dari Bapak Abdul Kadir Ranakusuma dan Ibu Sukristanti (almarhum)  saat ini menjabat Bupati Brebes periode 2002-2007. Indra Kusuma merupakan sosok wiraswasta yang sukses dan juga sebelumnya menjabat Ketua DPC PDI Perjuangan Brebes hingga tahun 2006.
Menikah di tahun 1991 dengan Maryatun wanita asli Brebes dan dikaruniai 2 orang anak perempuan yaitu Paramitha Widya Kusuma (lahir 18 Januari 1992), Shintya Shandra Kusuma (lahir 5 Maret 1995) dan seorang putra King King Trahing Kusumaputra (lahir 25 Juli 1998).


Karir dan Organisasi :

Tahun 2001-2006 Ketua DPC PDI Perjuangan Brebes

(Sumber berita: http://dprd-brebes.go.id. )

sulchaq.jpg
Sumber foto http://brebes.go.id

Faris Sulchaq (Wakil Bupati)

 

Faris Sulchaq yang dilahirkan di bagian selatan Brebes, Bumiayu  23 Juli 1955 adalah anak pasangan H SA Basori (almarhum) dan Hj Nafiah terpilih menjadi wakil Bupati periode 2002-2007. Sebelumnya beliau  menjabat notaris dan PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah) untuk daerah Kota Tegal dan menjabat Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) se-eks Karesidenan Pekalongan dari tahun 1998 hingga saat ini.

Menikah di tahun 1983 dengan Hj Sri Sulkhiyati SE wanita asli Bumiayu dan dikaruniai lima orang anak laki-laki yaitu Muhammad Bayu Harum (lahir 23 Oktober 1983), Muhammad Fajar Muharam (lahir 14 Agustus 1989) dan putra kembar yakni Nur Alam Rifki Ardian (lahir 8 Pebruari 1991) dan Nur Alam Dzikri Ardian (almarhum) serta putra ragil Muhammad Ainan Nabil (lahir 5 Januari 1998).


Karir:
Tahun 19831991 : Dosen tetap (Hukum Tata Negara dan Manajemen) Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung (unissula) Semarang
Tahun 19861989 : Pembantu Dekan II Fakultas Hukum Unissula Semarang
Tahun 19891991 : Pembantu Dekan I Fakultas Hukum Unissula Semarang


Organisasi:
Tahun 1998sekarang : Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) se-eks Karesidenan Pekalongan
Tahun 1998sekarang : Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa Brebes
Tahun 1984sekarang : Wakil Ketua Nahdlatul Ulama Cabang Brebes
Tahun 1991 : Ketua Yayasan Bustanul Ulum NU Bumiayu
Tahun 1991 sekarang : Ketua Panitia Pembangunan Masjid Agung Baiturohim (Sumber berita http://dprd-brebes.go.id)

 

 

 

Enter supporting content here